Mengubah Kartu Axis 3g Ke 4g

Mengubah Kartu Axis 3g Ke 4g – JAKARTA () — Siapa yang tidak mengenal teknologi 4G? Saat ini, kehadirannya semakin meluas dan semakin memberikan manfaat nyata bagi penggunanya dalam menggalakkan gaya hidup digital, seperti kelancaran menonton siaran langsung, kelancaran download dan upload dokumen, serta video game bebas lag. Langkah pertama bagi pengguna XL dan AXIS untuk mengakses layanan 4G adalah mengganti kartu SIM ke USIM.

Customer Contact Center XL Axiata Group M.Yunus mengatakan: “Saat ini rata-rata perangkat seluler di pasaran sudah mendukung jaringan 4G, bahkan XL Axiata bersiap memperkenalkan teknologi 5G dengan kecepatan internet yang semakin kencang dan latensi yang stabil kepada pelanggan setianya. “Agar pengguna dapat mengakses jaringan 4G, pengguna harus menggunakan USIM.”

Mengubah Kartu Axis 3g Ke 4g

USIM sendiri merupakan singkatan dari Universal Subscriber Identity Mobile, dimana bahan dan teknologi yang digunakan merupakan pengembangan dari kartu SIM sebelumnya sehingga dapat digunakan pada jaringan 2G, 3G dan 4G LTE.

Cara Upgrade Kartu Xl 3g Ke 4g Tanpa Ganti Kartu Dengan Mudah

2. Lebih mudah. Banyak layanan dan promosi yang bisa didapatkan pengguna saat login menggunakan USIM 4G LTE, prosesnya cepat dan tidak ada perubahan identitas nomor setelah upgrade kartu.

Ganti sendiri kartu SIM Anda melalui OTA (Over The Air), dimana proses pergantian profil nomor dilakukan secara nirkabel sehingga lebih mudah dan nyaman. Periksa terlebih dahulu apakah pelanggan sudah membeli atau mempunyai kartu XL/AXIS baru yang berlogo “4G”.

Bagi pelanggan XL/AXIS yang membutuhkan informasi tambahan mengenai mekanisme penggantian kartu ke 4G USIM, dapat menggunakan fungsi live chat di aplikasi myXL atau melalui www.xl.co.id. Pelanggan Axis dapat melakukannya melalui live chat di aplikasi AxisNet atau melalui www.axis.co.id.(wn) Ukuran preview ini: 800×498 piksel. Resolusi lainnya: 320×199 piksel | 640 × 399 piksel | 1.024 × 638 piksel | 1.280 × 797 piksel | 2.560 × 1.595 piksel | 4.032 × 2.512 piksel.

Berkas ini berasal dari Wikimedia Commons dan mungkin digunakan oleh proyek lain. Deskripsi halaman deskripsinya ditunjukkan di bawah ini.

Cara Upgrade Kartu Xl 3g Ke 4g, Nggak Perlu Ganti Nomor Kok

PT Natrindo Telephone Seluler (sekarang AXIS) yang beroperasi di Jawa Timur sejak Mei 2001 dengan nama Lippo Telecom resmi menjadi operator GSM nasional yang berdiri pada tanggal 11 April 1994, operator ini berawal dari upaya Lippo Group membangun operator GSM telepon seluler (yang pertama) yang dimulai pada pertengahan tahun 1998.

Saat itu, pemerintah meluncurkan tender pembangunan jaringan komunikasi GSM (atau DCS, Digital Cellular System) 1800 MHz pertama di Indonesia. Bersama 4 perusahaan lainnya (yaitu PT Astratel Nusantara, PT Ariawest Internasional, PT Primarindo Sistel dan PT Kodel Margahayu Telindo), perusahaan patungan antara Lippo (85,6%) dan raksasa telekomunikasi Hong Kong Hutchison Telecommunications bernama PT Natrindo Global Telecommunications

PT Natrindo Global Telekomunikasi mampu memenangkan tender yang diluncurkan pemerintah pada November 1998. Tender ini bernilai US$60 juta dan Natrindo mendapatkan hak untuk membangun jaringan di Jawa Timur. Seiring berjalannya waktu, pekerjaan dan rencana pembangunan jaringan GSM 1800 PT Natrindo Global Telekomunikasi dialihkan kepada PT Natrindo Telephone Seluler yang didirikan pada tanggal 2 Oktober 2000 dengan struktur kepemilikan yang sama yaitu Lippo dan Hutchison.

Setelah persiapan, pada tanggal 27 April 2001, PT Natrindo meluncurkan operasinya di Jawa Timur dengan merek Lippo Telecom. Target pelanggan awal adalah 80.000 dan ia berhasil menarik 20.000 pelanggan di awal bisnisnya. Modal ditempatkan awal adalah 20 juta USD dan 100 BTS. Lippo Telecom merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang menggarap sistem GSM 1800 MHz dan saat itu mengklaim bahwa sistem ini merupakan teknologi GSM tercanggih di dunia.

Cara Upgrade Ke Usim 4g Bagi Pelanggan Xl Dan Axis

Untuk mengembangkan usahanya, Lippo Telecom (sekarang AXIS) melakukan beberapa upaya, seperti mengakuisisi perusahaan lain (yang belum beroperasi namun memiliki izin GSM 1800), yaitu PT Primarindo Sistel (beroperasi di Kalimantan ) 14 .Desember 2001 , PT Kodel Margahayu (beroperasi di Sulawesi dan Bali) pada tahun 2002, PT Mitra Perdana (beroperasi di Jawa Tengah) dan berhasil menguasai 35% saham konsorsium yang didirikan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) untuk pengelolaan jaringan seluler GSM 1800 di Jabodetabek yaitu PT Inti Mitratama Abadi seharga Rp 60 juta. (PT Inti Mitratama, PT Mitra Perdana sendiri ditambah Indosat dan Telkom menjadi pemain baru di GSM 1800).

Akuisisi ini merupakan wujud niat Natrind untuk beroperasi secara nasional, dan dengan itu Lippo sudah mempunyai peluang untuk beroperasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jabodetabek, dan Kalimantan. Yakni, pada akhir tahun 2002, direncanakan penggabungan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi PT Natrindo, ditambah dua perusahaan GSM 1800 lainnya yang tidak diakuisisi (juga tidak beroperasi), yaitu PT Astratel Nusantara dan PT Ariawest Internasional.

Hal ini dicapai melalui kerja sama misalnya dengan Banka Lippo dan AIG Lippo Life. Bahkan sempat beredar rumor bahwa Lippo Telecom akan bekerja sama dengan mitranya, Hutchison, untuk mengakuisisi saham pemerintah di Indosat, meski akhirnya saham Indosat jatuh ke tangan Temasek Holdings asal Singapura.

Namun banyak pihak yang menduga kelancaran langkah Lipp terbantu oleh pemerintah melalui Menteri Perhubungan Agum Gumelar, mengingat perusahaan tersebut dimiliki oleh konglomerat besar yang memiliki koneksi kuat. Agum, misalnya, pada bulan November 2002 memerintahkan operator telepon seluler tersebut untuk segera bergabung dengan Lippo Telecom atau izinnya akan dicabut.

Kuota Malam Axis: Pengertian, Jam Berlaku, Dan Cara Menggunakan

Pemerintah sendiri mengklaim karena semua operator tersebut (Ariawest, Astratel, Inti Mitratama, Primarindo, Kodel Margahayu dan Mitra Perdana) belum beroperasi, maka lebih baik merger.

Pada bulan Juni 2002, tersebar pula kabar bahwa Agum memaksa operator “raksasa” Excelcomindo, Satelindo dan Telkomsel untuk menyediakan layanan roaming ke Lippo Telecom.

Dalam perkembangannya, akhirnya seluruh lisensi GSM 1800 MHz milik perusahaan resmi digabungkan dengan lisensi GSM 1800 milik Lippo Telecom pada bulan November 2002. Izin operasi nasional Lippo Telecom kemudian diterbitkan pada tanggal 20 Desember 2002, dan pada tanggal 17 Januari 2003, Lippo Telecom telah mendeklarasikan diri sebagai operator GSM 1800 pertama yang memiliki izin operasi nasional.

Namun dalam proses ini, hanya lisensi GSM 1800 dari enam perusahaan yang dialihkan ke Lippo Telecom. Kecuali satu perusahaan yaitu PT Kodel Margahayu Telindo yang digabungkan dengan Natrinda pada tanggal 15 November 2002, perusahaan-perusahaan lain tersebut di atas tidak digabungkan dengan perusahaan tersebut.

Cara Mudah Upgrade Ke 4g Untuk Pelanggan Xl Dan Axis

2001 Lippo Telecom (sekarang AXIS) meluncurkan Prima, Prima Prabayar yang menggabungkan layanan prabayar dengan tarif pascabayar (Solusi Prima Prabayar)

Pada tahun 2003, Lippo Telecom (sekarang AXIS) meluncurkan paket Prabayar Edisi Pelajar (I) 1 dan Edisi Pelajar (II) 2

Menurut Lippo Telecom, hal ini karena mereka tidak banyak beriklan, melainkan fokus pada harga. Produk yang ditawarkan antara lain kartu prabayar merek Prima dan kartu prabayar ekonomi. Di Jawa Timur, Lippo Telecom memiliki 82 BTS dan 62.000 pengguna pada bulan Januari 2003. Namun, sayangnya upaya Lippo Telecom untuk memperluas tampaknya tidak berjalan dengan baik, karena biaya infrastruktur GSM 1800 sangat mahal dan sulit untuk mengembangkan bisnis.

Akibatnya, pada tahun 2005, Lippo Telecom tidak berkembang sesuai harapan semula untuk go nasional, namun tetap bertahan di Jawa Timur dengan jumlah pengguna yang turun hingga hanya 10.000 orang.

Kartu Upgrade Axis 3g Ke 4g

Bahkan, pada 17 September 2004, Lippo Telecom mendapatkan lisensi 3G nasional yang kedua (setelah PT Cyber ​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​a,lisensi nasional nasional Lippo Telecom, namun sekali lagi sepertinya Lippo Telekomunikasi tidak memanfaatkan potensi tersebut dan berhasil berkembang. Kerugian meningkat menjadi $20 juta per tahun, dan akhirnya mitra Lipp di Natrind, Hutchison, memutuskan untuk menjual seluruh sahamnya pada tahun 2004.

Pada akhirnya, Lippo memutuskan untuk bermitra dengan konglomerat Malaysia lainnya, Anand Khrisnan, yang kebetulan berkecimpung dalam bisnis telekomunikasi.

Pada tanggal 22 Januari 2005, Lippo Group menandatangani perjanjian dengan perusahaan Krisnan, Maxis Communications, untuk menjual 51% saham Lippo Telecom kepada Maxis. Transaksi ini melibatkan anak perusahaan kedua belah pihak, Lippo melalui PT Aneka Tirta Nusa dan Maxis melalui Asia Communications BV, dan menelan biaya US$100 juta. Menurut Kepala Lippo James Riady, alasan kerja sama dengan Khrisnan adalah karena kedua perusahaan bergerak di bidang komunikasi dan multimedia. James kemudian menyatakan bahwa Maxis telah berjanji untuk menginvestasikan total $250 juta di sektor komunikasi dalam perusahaan patungan mereka Lippo Telecom. Selain itu, keduanya akan menyiapkan rencana pelaksanaan penawaran umum perdana Natrind di pasar saham dalam waktu dua tahun. Untuk biaya pengembangan, keduanya akan menanggungnya bersama-sama.

Awalnya, pada akhir tahun 2005, Lippo Telecom berencana mengoperasikan layanan 3G dan memperluas jaringan 2G yang beroperasi di seluruh Indonesia. Yakni pada awal tahun 2006 Natrindo sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan senilai 200 juta dollar Amerika, namun nampaknya rencana tersebut ditunda lagi, kemudian pada akhir tahun 2006 Natrindo berencana mengoperasikan 3G yang sudah mendapatkan lisensi dan lulus uji kelayakan 3G dan 2G memiliki sistem UMTS. Jaringan ini pertama kali beroperasi di Surabaya dan Bandung, dan manajemen berencana segera meluncurkan layanan baru ini dan memperluas operasinya. Natrindo kemudian berjanji kembali akan memulai layanannya pada 28 Februari 2007 setelah mereka membangun BTS (diperkirakan mencapai 600 unit) di Jakarta. Untuk membangun jaringan ini, Natrindo bermitra dengan Ericsson dan menyiapkan pendanaan sebesar $1,3 miliar. direncanakan pembangunan sejumlah BTS di jalan tol dan diharapkan Lippo Telecom mampu menarik 5 juta pengguna dalam 3 tahun. namun ternyata rencana tersebut kembali tertunda dan pada tahun 2007, Lippo Telecom hanya menarik 12.000 pengguna di Bandung dan Surabaya. Akibat tindakan Lippo Telecom yang menunda peluncuran dan terkesan tidak serius menggarap 3G, BRTI berencana mencabut operasional perusahaan pada Juni 2007 dan BRTI memberi waktu 6 bulan kepada Natrinda untuk segera memenuhi kewajibannya. Namun kemudian, pada tahun 2007, Natrindo kembali mengalami perubahan kepemilikan, dengan Lippo menjual 44% sahamnya (dari anak perusahaan afiliasinya, PT Aneka Tirta Nusa bernama Penta Investment BV) ke anak perusahaan.

Jual Kartu Upgrade Axis Harga Terbaik & Termurah Maret 2024

Cara update kartu axis 3g ke 4g, cara mengupgrade kartu axis 3g ke 4g, mengubah 3g ke 4g, mengubah kartu 3g ke 4g axis, upgrade kartu axis 3g ke 4g, cara mengubah kartu 3g ke 4g axis, cara upgrade kartu axis 3g ke 4g, mengubah 3g ke 4g axis, mengubah kartu 3g ke 4g, cara mengubah 3g ke 4g axis, mengubah jaringan 3g ke 4g axis, cara mengubah jaringan 3g ke 4g kartu axis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *